Rabu, 28 Agustus 2024

ARTIKEL AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

                                                              IMPLEMENTASI BUDAYA POSITIF 


 Oleh: Henni Apriani, S.Pd.
 CGP Angkatan 11 Kab. Musi Rawas Utara 

 

A. Latar Belakang 

 Penerapan budaya positf disekolah merupakan salah satu upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional. Penerapan budaya positif ini tidak bisa dilakukan tanpa dukungan dari semua elemen yang ada di sekolah. Dengan penerapan budaya positif ini diharapkan dapat mewujudkan visi sekolah dan membentuk karakter murid dalam mengimplementasikan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila. 
 Seiring dengan perkembangan zaman dan teknologi, fenomena krisis karakter sangat memprihatinkan. Hal tersebut disebabkan perkembangan teknologi memudahkan mereka mengakses tren budaya luar yang tanpa mereka kaji apakah sesuai dengan budaya kita atau tidak. 

 Budaya positif di sekolah ialah nilai-nilai, keyakinan-keyakinan, dan kebiasaan- kebiasaan di sekolah yang berpihak pada murid agar murid dapat berkembang menjadi pribadi yang kritis, penuh hormat dan bertanggung jawab. Sekolah sebagai institusi pembentukan karakter pada anak menjadi peluang bagi sekolah terutama guru sebagai pendidik dalam membangun budaya positif di sekolah Sekolah idealnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi murid. Hal ini sejalan dengan filosofi pemikiran Ki Hajar Dewantara yaitu pembelajaran di sekolah harus dapat membawa murid memperoleh kebahagiaan setinggi-tingginya melalui merdeka belajar. 

 Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan membangun budaya positif. Budaya positif di sekolah dapat dibangun dengan membentuk keyakinan kelas dan menerapkan segitiga restitusi. Dengan adanya keyakinan kelas yang disusun Bersama antara guru dan murid, maka semua akan mengupayakan untuk menjalankannya sebagai Langkah awal membangun budaya positif di sekolah. Dan dengan penerapan segitiga restitusi dapat membimbing murid berdisiplin positif agar menjadi murid merdeka. 

 B. Tujuan 

Menumbuhkan budaya positif dengan menanamkan nilai kebajikan dan keyakinan dan kesepakatan kelas yang sudah di buat Menumbuhkan nilai – nilai Profil pelajar pancasila pada diri peserta didik dalam proses pembelajaran Memahami konsep posisi control sebagai pendidik Memahami konsep kebutuhan dasar manusia Memahami penerapan segitiga restitusi Meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri murid untuk mengemukakan pendapat mengenai gambaran kelas yang diinginkan Menumbuhkan motivasi intrinsik murid Mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid Menumbuhkan budi pekerti yang baik (tanggung jawab, disipilin, dan komitmen) Mengajarkan murid mencari solusi dari suatu permasalahan. 


 C. Rancangan Kegiatan 


Meminta izin kepada Kepala Sekolah untuk melakukan sosialisasi Melakukan sosialisasi kepada warga sekolah terkait budaya positif, kesepakatan kelas dan Profil Pancasila Menjelaskan pengertian dan manfaat kesepakatan kelas Guru berkolaborasi dengan peserta didik membuat kesepakatan (keyakinan) kelas Menumbuhkan dan menanamkan pembiasaan nilai – nilai Profil Pelajar Pancasila Menjadikan kesepakatan kelas menjadi pembiasaan positif dan aksi nyata di kelas atau di lingkungan sekolah Memasang keyakinan kelas Mempraktikkan segitiga restitusi Menerapkan keyakinan dan restitusi secara berkelanjutan dan konsisten 

 D. Dukungan yang dibutuhkan 


Kerja sama Orang tua di rumah sebagai lingkungan pertama untuk menerapkan budaya positif siswa Warga sekolah sebagai teladan dalam menerapkan budaya posistif di lingkungan sekolah Sarana dan prasarana yang mendukung untuk menumbuhkan budaya positif di sekolah Kerjasama Kepala Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan untuk dapat Bersama-sama berupaya konsisten dalam menerapkan budaya positif. 


 E. Diskripsi Aksi Nyata 


Untuk dapat terlaksana aksi nyata ini langkah pertama yang saya lakukan adalah menyampaikan rencana Diseminasi Budaya Positif yang akan dilakukan melalui kegiatan webinar dengan komunitas belajar SMA Negeri Surulangun. Selanjutnya mempersiapkan kegiatan diseminasi yang meliputi, membuat poster kegiatan webinar, mendaftarkan kegiatan webinar pada laman PMM, Menyebarkan informasi kegiatan webiinar melalui grup sekolah dan grup pendidikn lain, mempersiapkan materi dalam bentuk power point, undangan, daftar hadir, dan lain – lain. Saya juga melakukan koordinasi dengan tim terkait diantaranya moderator dan kordinator acara yang akan menghandle sertifikat dan grup webinar. Kegiatan Diseminasi Budaya Positif dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 Agustus 2024 Rangkaian kegiatan Aksi Nyata dalam Diseminasi Budaya Positif yang dilakukan oleh CGP SMA Negeri Surulangun menghasilkan pemahaman dari pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah mengenai implementasi Budaya Positif di sekolah, khususnya dalam penyusunan keyakinan kelas dan restitusi. Sehingga akan tercipta pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan serta berpihak pada murid. 

 F. Pembelajaran yang didapat dari aksi nyata 


Hal yang saya dapatkan dalam kegiatan Diseminasi Budaya Positif adalah kolaborasi. Saya dan rekan dari kombel SMAN surulangun terus bekerja sama dan berkolaborasi untuk dapat terlaksananya kegiatan Diseminasi ini. Yang harapan ke depannya kami juga dapat berkolaborasi dengan semua stakeholder sekolah untuk terus dapat mengimplementasikan Budaya Positif di SMA Negeri Surulangun. Seluruh warga sekolah harus terus berkolaborasi dalam mewujudkan visi dan misi sebagai prakarsa perubahan dalam menguatkan karakter positif dalam mencetak generasi yang berjiwa Profil Pelajar Pancasila. 

 G. Rencana Perbaikan Rencana 

Saya ke depan akan terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan berpihak pada siswa demi dapat “menuntun” siswa agar dapat berkembang sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Besar harapan kami akan terus adanya perbaikan dalam mengimplementasikan Budaya Positif di sekolah. Kami terus melakukan kolaborasi bersama Kepala Sekolah, rekan sejawat di SMAN Surulangun dan seluruh Bapak Ibu guru SMA Negeri Surulangun , mengikuti pelatihan serta belajar mandiri dari berbagai sumber terkait pengembangan pembelajaran yang berpihak pada siswa. Serta berupaya terus dapat mengimplementasikan Budaya Positif di sekolah melalui keyakinan kelas demi terwujudnya visi dan misi dalam mencetak generasi yang berjiwa profil pelajar pancasila. H. 


Dokementasi Kegiatan






Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

     P engambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin Salam dan Bahagia  Bapak Ibu Guru hebat Saya Henni Apriani guru ...